Friday, December 20, 2019

Desa Pacewetan

Desa Pacewetan
Pace adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Terdapat 18 desa di kecamatan ini, yaitu: Babadan, Banaran, Batembat, Bodor, Cerme, Gemenggeng, Gondang, Jampes, Jatigreges, Jetis, Joho, Kecubung, Kepanjen, Mlandangan, Pacekulon, Pacewetan, Plosoharjo, Sanan.

Kecamatan Pace terdiri atas 18 Desa, 62 Dusun, 163 Rukun Warga, dan 529 Rukun Tetangga.

Kecamatan Pace terletak pada dataran rendah dengan ketinggian ± 56 Meter. Wilayah Kecamatan Pace memiliki jenis tanah Latosol, Gromosol, dan Aluvial dimana jenis tanah tersebut mempunyai struktur yang produktif untuk berbagai jenis tanaman khususnya tanaman pertanian.

Batas wilayah Kecamatan Pace, sebelah utara dan barat berbatasan dengan Kecamatan Loceret. Pada wilayah bagian timur berbatasan dengan Kecamatan Tanjunganom dan bagian selatan berbatasan dengan Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri.



Sejarah

Menurut, cerita dari masyarakat dan sesepuh di Desa Pace. Dahulu kala, hiduplah sebuah keluarga yang sederhana. Mereka dikaruniai seorang anak, namun ayah dari si anak tersebut telah meninggal setelah beberapa bulan anak tersebut dilahirkan. Sehingga segala urusan keluarga, dan nafkah ditanggung seorang oleh sang istri. Dan dengan nama Mbok Rondo lah, warga setempat menyapanya. Beliau seorang wanita yang sangat ramah. Beliau seringkali membantu warga yang membutuhkan bantuannya, dan dengan ikhlas dan kedamaian hatinya beliau berusaha untuk meringankan beban warga tersebut

Dan tibalah pada suatu masa, yang membuat beliau dirundung sedih dan susah. Anaknya yang masih kecil ditimpa sakit yang tak kunjung sembuh. Banyak tabib telah datang untuk mencoba mengobati dan berbagai obat pun telah diminumnya hingga tidak sedikit harta yang harus dikeluarkannya. Namun tak satupun mendatangkan kesembuhan bagi anaknya.

Beliau tak tega meninggalkan anaknya sendirian di rumah, sehingga terkadang menitipkan anaknya pada tetangganya. Karena juga harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan anaknya. Apalagi musibah yang menimpa anaknya membuatnya harus mencari penghasilan yang berlebih.

Hampir setiap hari sepulang bekerja, beliau mencari kayu bakar di hutan dan berharap mendapati ramuan bagi kesembuhan anaknya. Hingga pada suatu hari beliau menemukan buah yang berwarna kuning keputihan. Lalu dipetiknya buah tersebut untuk dijadikan ramuan bagi anaknya. Warga setempat menyebut buah tersebut dengan nama Buah Pace.

Sesampainya di rumah, beliau menumbuk dan mengambil sari dari buah tersebut. Sebelum akhirnya diminum oleh anaknya.

Hari berganti hari, kondisi anaknya pun semakin membaik. Mengetahui hal tersebut, beliau setiap hari memetiknya dari hutan. Hingga akhirnya anaknya pun sembuh.

Buah Pace pun semakin terkenal akan khasiatnya. Pohonnya pun tumbuh dan berkembang lebih banyak. Karena biji dari buahnya disebar di tanah yang subur. Buah Pace rasanya sangat pahit, namun hal itu dibayar sebanding dengan khasiatnya yang sangat banyak pula. Sekarang ini Buah Pace lebih sering kita sebut dengan nama Bentis atau Buah Mengkudu.

Dengan semakin terkenalnya Buah Pace di wilayah ini, banyak warga sekitarnya menyebut wilayah ini dengan sebutan Pace, lebih tepatnya Desa Pace.

Kecamatan Pace

Kecamatan Pace
Pace adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Terdapat 18 desa di kecamatan ini, yaitu: Babadan, Banaran, Batembat, Bodor, Cerme, Gemenggeng, Gondang, Jampes, Jatigreges, Jetis, Joho, Kecubung, Kepanjen, Mlandangan, Pacekulon, Pacewetan, Plosoharjo, Sanan.

Kecamatan Pace terdiri atas 18 Desa, 62 Dusun, 163 Rukun Warga, dan 529 Rukun Tetangga.
Kecamatan Pace terletak pada dataran rendah dengan ketinggian ± 56 Meter. Wilayah Kecamatan Pace memiliki jenis tanah Latosol, Gromosol, dan Aluvial dimana jenis tanah tersebut mempunyai struktur yang produktif untuk berbagai jenis tanaman khususnya tanaman pertanian.
Batas wilayah Kecamatan Pace, sebelah utara dan barat berbatasan dengan Kecamatan Loceret. Pada wilayah bagian timur berbatasan dengan Kecamatan Tanjunganom dan bagian selatan berbatasan dengan Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri.

Sejarah
Menurut, cerita dari masyarakat dan sesepuh di Desa Pace. Dahulu kala, hiduplah sebuah keluarga yang sederhana. Mereka dikaruniai seorang anak, namun ayah dari si anak tersebut telah meninggal setelah beberapa bulan anak tersebut dilahirkan. Sehingga segala urusan keluarga, dan nafkah ditanggung seorang oleh sang istri. Dan dengan nama Mbok Rondo lah, warga setempat menyapanya. Beliau seorang wanita yang sangat ramah. Beliau seringkali membantu warga yang membutuhkan bantuannya, dan dengan ikhlas dan kedamaian hatinya beliau berusaha untuk meringankan beban warga tersebut
Dan tibalah pada suatu masa, yang membuat beliau dirundung sedih dan susah. Anaknya yang masih kecil ditimpa sakit yang tak kunjung sembuh. Banyak tabib telah datang untuk mencoba mengobati dan berbagai obat pun telah diminumnya hingga tidak sedikit harta yang harus dikeluarkannya. Namun tak satupun mendatangkan kesembuhan bagi anaknya.
Beliau tak tega meninggalkan anaknya sendirian di rumah, sehingga terkadang menitipkan anaknya pada tetangganya. Karena juga harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan anaknya. Apalagi musibah yang menimpa anaknya membuatnya harus mencari penghasilan yang berlebih.
Hampir setiap hari sepulang bekerja, beliau mencari kayu bakar di hutan dan berharap mendapati ramuan bagi kesembuhan anaknya. Hingga pada suatu hari beliau menemukan buah yang berwarna kuning keputihan. Lalu dipetiknya buah tersebut untuk dijadikan ramuan bagi anaknya. Warga setempat menyebut buah tersebut dengan nama Buah Pace.

Sesampainya di rumah, beliau menumbuk dan mengambil sari dari buah tersebut. Sebelum akhirnya diminum oleh anaknya.
Hari berganti hari, kondisi anaknya pun semakin membaik. Mengetahui hal tersebut, beliau setiap hari memetiknya dari hutan. Hingga akhirnya anaknya pun sembuh.
Buah Pace pun semakin terkenal akan khasiatnya. Pohonnya pun tumbuh dan berkembang lebih banyak. Karena biji dari buahnya disebar di tanah yang subur. Buah Pace rasanya sangat pahit, namun hal itu dibayar sebanding dengan khasiatnya yang sangat banyak pula. Sekarang ini Buah Pace lebih sering kita sebut dengan nama Bentis atau Buah Mengkudu.
Dengan semakin terkenalnya Buah Pace di wilayah ini, banyak warga sekitarnya menyebut wilayah ini dengan sebutan Pace, lebih tepatnya Desa Pace.

Sunday, October 27, 2019

Desa atau Kelurahan yang ada di Kecamatan Pesantren Kota Kediri

Kecamatan Pesantren berada di bagian timur Kota Kediri yang secara geografis berbatasan langsung dengan wilayah administrasi Kabupaten Kediri di bagian barat dan Kecamatan Kota di bagian timur.

Topografi (bentuk permukaan bumi) wilayah Kecamatan Pesantren relatif datar, dengan ketinggian rata-rata 67 meter di atas permukaan laut, meskipun pada bagian barat bertepatan dengan perbatasan Gunung Klotok yang memiliki ketinggian 672 meter dan Gunung Maskumambang setinggi 300 meter. Kecamatan Pesantren terbagi dalam 15 kelurahan, dengan batas-batas sebagai berikut: 
  • Utara: Kecamatan Gampengrejo dan Gurah Kabupaten Kediri; 
  • Selatan: Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri; 
  • Barat: Kecamatan Kota; 
  • Timur: Kecamatan Gurah dan Wates Kabupaten Kediri.
Kecamatan Pesantren mencakup mencakup sebagian wilayah Kota Kediri yang berada di timur sungai dengan luas 23,90 km2. Kelurahan Bawang dan Blabak merupakan dua kelurahan dengan luas wilayah yang terbesar di Kecamatan Pesantren, yaitu seluas 3,45 km2 dan 3,35 km2. Sedangkan Kelurahan Tinalan merupakan kelurahan dengan luas wilayah terkecil yaitu sebesar 0,93 km2. Kelurahan Bawang juga merupakan kelurahan yang letaknya paling jauh dengan jarak 5,0 km dari kantor Kecamatan Pesantren dan 8,1 km dari kantor Balai Kota Kediri.

Kelurahan / Desa yang ada di Kecamatan Pesantren Kota Kediri
  • Kelurahan Blabak
  • Kelurahan Bawang 
  • Kelurahan Betet 
  • Kelurahan Tosaren 
  • Kelurahan Banaran 
  • Kelurahan Ngletih 
  • Kelurahan Tempurejo 
  • Kelurahan Ketami 
  • Kelurahan Pesantren 
  • Kelurahan Bangsal 
  • Kelurahan Burengan 
  • Kelurahan Tinalan 
  • Kelurahan Pakunden 
  • Kelurahan Singonegaran 
  • Kelurahan Jamsaren 
Pendidikan 
Jumlah sekolah dengan jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) mempunyai urutan tertinggi dibandingkan dengan jenjang yang lainnya yaitu sebanyak 47 unit, 31 unit berstatus negeri dan 16 unit berstatus swasta. Urutan selanjutnya adalah Taman KanakKanak (TK) sebanyak 29 unit dimana 6 TK negeri dan 23 lainnya swasta. SMP sebanyak 7 sekolah di mana 2 SMP Negeri dan 5 SMP swasta, tidak ada SMA dan terdapat 1 perguruan tinggi berstatus swasta. 
Dari jenjang pendidikan PAUD hingga perguruan tinggi hanya terdapat di beberapa kelurahan saja, namun karena jarak antar kelurahan cukup dekat, akses ke sekolah mterdekat cukup mudah.

Kesehatan 
Fasilitas kesehatan di wilayah Kecamatan Pesantren jumlahnya cukup memadai dengan tersedianya puskesmas maupun puskesmas pembantu di hampir seluruh kelurahan, serta didukung dengan adanya rumah sakit, rumah sakit bersalin, poliklinik dan apotek yang mudah dijangkau.

Agama 
Untuk memenuhi kebutuhan keagamaan penduduk Kecamatan Pesantren, terdapat masjid, mushola, dan gereja di wilayah ini. Sedangkan penganut agama Katholik, Hindu, Budha dan lainnya harus pergi kecamatan lain untuk beribadah


Jalur Pendidikan di Indonesia terdiri atas
  1. pendidikan formal,
  2.  pendidikan nonformal, dan 
  3. pendidikan informal yang ketiganya dapat saling melengkapi dan memperkaya (Undang-Undang No. 20 Tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional). 
Jenjang Pendidikan Formal terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Jenis pendidikan yang diajarkan mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, vokasi, keagamaan, dan khusus. 
Pendidikan Dasar berbentuk Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat. 
Pendidikan Menengah berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat. 
Pendidikan Tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Perguruan tinggi dapat berbentuk akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut, atau universitas.

Wednesday, October 9, 2019

Desa Desa yang ada di Kecamatan Lengkong

Kabupaten Nganjuk merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang terletak di bagian barat Provinsi Jawa Timur. Secara Astronomis Kabupaten Nganjuk terletak pada koordinat 111o 5’ sampai dengan 111o 13’ Bujur Timur dan 7o 20’ sampai dengan 7o 50’ Lintang Selatan.
Secara geografis Kabupaten Nganjuk memiliki batas-batas, sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro, sebelah selatan Kabupaten Kediri dan Trenggalek. Pada wilayah bagian timur dan barat berbatasan dengan Kabupaten Jombang dan Kediri, serta Kabupaten Ponorogo dan Madiun

Batas-Batas Wilayah Kecamatan Lengkong
Bagian Batas Wilayah Sebelah Utara Kabupaten Bojonegoro, Sebelah Selatan Kecamatan Patianrowo, Sebelah Barat Kecamatan Gondang, Sebelah Timur Kecamatan Jatikalen

Desa yang ada di Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk
  1. Banjardowo
  2. Jatipunggur 
  3. Lengkong 
  4. Jegreg 
  5. Kedungmlaten 
  6. Prayungan 
  7. Balongasem 
  8. Sawahan 
  9. Ngringin 
  10. Ketandan 
  11. Banggle 
  12. Sumberkepuh 
  13. Sumbersono 
  14. Pinggir 
  15. Ngepung 
  16. Sumbermiri 

Thursday, October 3, 2019

Desa yang ada di Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar


Kecamatan merupakan suatu wilayah yang membagi habis wilayah administrasi kabupaten. Wilayah administrasi Kabupaten Blitar terbagi menjadi 22 kecamatan. Kecamatan Ponggok secara administrasi terbagi menjadi 15 desa. Kecamatan Ponggok tidak mempunyai kelurahan.
Batas wilayah Kecamatan Ponggok
- Utara berbatasan dengan Kabupaten Kediri
- Timur  berbatasan dengan Kec.Nglegok dan Kec.Sanankulon- Kab.Blitar
- Selatan  berbatasan dengan Kecamatan Srengat - Kabupaten Blitar
- Barat  berbatsan dengan Kec.Udanawu - Kabupaten Blitar

Desa yang ada di Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar
  1. Desa Bendo Dataran
  2. Desa Jatilengger Dataran
  3. Desa Maliran Dataran
  4. Desa Kawedusan Dataran
  5. Desa Langon Dataran
  6. Desa Dadaplangu Dataran
  7. Desa Kebonduren Dataran
  8. Desa Pojok Dataran
  9. Desa Ponggok Dataran
  10. Desa Karangbendo Dataran
  11. Desa Candirejo Dataran
  12. Desa Bacem Dataran
  13. Desa Ringinanyar Dataran
  14. Desa Gembongan Dataran
  15. Desa Sidorejo
Jumlah Dusun Rt dan Rw di Kecamatan Pongok
  1. Desa Bendo 2 Dusun, 23 Rt, dan 4 Rw.
  2. Desa Jatilengger 2 Dusun, 22 Rt, 4 Rw
  3. Desa Maliran 4 Dusun, 31 Rt, 8 Rw
  4. Desa Kawedusan 3 Dusun, 22 Rt, 7 Rw
  5. Desa Langon 2 Dusun, 22 Rt, 6 Rw
  6. Desa Dadaplangu 2 Dusun, 31 Rt, 7 Rw
  7. Desa Kebonduren 3 Dusun, 55 Rt, 18 Rw
  8. Desa Pojok 2 Dusun,  30 Rt, 7 Rw
  9. Desa Ponggok 4 Dusun, 64 Rt, 8 Rw
  10. Desa Karangbendo 3 Dusun, 41 Rt, 14 Rw
  11. Desa Candirejo 4 Dusun, 49 Rt, 10 Rw
  12. Desa Bacem 2 Dusun, 31 Rt, 5 Rw
  13. Desa Ringinanyar 2 Dusun, 16 Rt, 4 Rw
  14. Desa Gembongan 5 Dusun, 75 Rt, 16 Rw
  15. Desa Sidorejo 6 Dusun, 69 Rt, 14 Rt
Peningkatan partisipasi sekolah selain diimbangi dengan ketersediaan sarana fisik pendidikan yang memadai juga perlu peningkatan tenaga pengajar baik kualitas maupun kuantitasnya. Fasilitas pendidikan tingkat TK sampai dengan SLTA di kecamatan Ponggok.